Penggunaan Modal Auxiliary Verbs dalam Bahasa Inggris Lengkap dengan Contoh Kalimat

auxiliary verbs

Kata kerja (verb) saja kadang tidak cukup untuk ngasi tau maksud kita dalam kalimat. So, kita perlu modal auxiliary verbs supaya kalimat kita jadi lebih jelas.
Belajar bareng English Café Bali lewat artikel kali ini bisa bantu kamu lebih paham cara pakai kata kerja modal mana yang cocok untuk kalimat kamu.

  1. Modal auxiliary verbs dalam kalimat
  2. Apa saja auxiliary verbs lain dalam bahasa Inggris?
  3. Di mana tempat kursus terbaik untuk belajar macam-macam auxiliary verbs?

Dalam bahasa Indonesia disebut kata kerja bantu modal, yaitu kata yang dipakai untuk memberi nuansa atau makna yang lebih jelas pada kata kerja (verb) utama.

Fungsi dalam kalimat

Kita bisa pakai modal auxiliary verbs dalam kalimat kalau mau bahas kemampuan (ability), kemungkinan (possibility), izin (permission), kewajiban (obligation/necessity), saran (advice), masa depan (future), permintaan/penawaran dengan sopan (polite request / offers), kebiasaan masa lalu (habit in the past), dan kesimpulan logis (logical conclusion).

Contoh kalimat modal auxiliary verbs

Terdiri dari 9 kata kerja modal, yaitu can, could, will, would, shall, should, may, might, dan must. Dalam kalimat, posisi modal terletak di antara subjek (subject) dan predikat (verb 1). Arti dan fungsinya bisa lebih dari satu, loh.

Ngomongin kemampuan (ability)

can vs could

Can bisa dipakai saat kamu mau bilang kemampuan yang kamu punya saat ini, pakai could kalau kemampuan itu adanya di masa lalu.
Contoh:

  • My father can play the piano beautifully. (Ayahku bisa bermain piano dengan indah)
  • I could not speak Spanish when I was 6 years old. (Aku tidak bisa berbicara bahasa Spanyol saat aku berusia 6 tahun)

Fungsi kemungkinan (possibility)

possibility modal auxiliary verbs

Tingkat kepastian dari modal auxiliary verbs yang digunakan untuk menunjukkan kemungkinan berbeda-beda. Tingkat kemungkinan paling rendah hingga paling tinggi adalah might < may < could < can.
Contoh:

  • She might find her lost earrings. (Dia mungkin saja menemukan antingnya yang hilang)
  • We may talk directly to the headmaster. (Kita mungkin bisa/boleh berbicara langsung dengan kepala sekolah)
  • Given the condition, they could fool you. (Dengan kondisi yang ada, mereka bisa saja menipumu)
  • I can drive. (Aku bisa menyetir)

Menyatakan izin (permission)

permission

Meminta atau memberi izin biasanya bisa pakai kata can, tapi kalau mau lebih sopan bisa coba could, dan untuk versi formal bisa pakai kata may.
Contoh:

  • Can I use your pen for a moment? (Bisakah aku pakai pulpenmu sebentar?)
  • Could you lower the volume, please? (Apa bisa tolong kecilkan volumenya?)
  • May I come in, Ma’am? (Bolehkan saya masuk, Bu?)

Bisa dipakai untuk kewajiban, keharusan, dan saran (obligation, necessity, and advice/recommendation)

Modal auxiliary verbs yang bisa dipakai untuk ngomongin keharusan atau kewajiban dari tingkat yang paling tinggi adalah must, have to, dan should.
Contoh:

  • You must submit the assignment today. (Kamu wajib mengumpulkan tugasnya hari ini)
  • I think we have to train the dog how to sit. (Aku rasa kita harus ajari anjing itu cara duduk)
  • You should invite your classmates to your birthday party. (Kamu seharusnya undang teman kelasmu ke pesta ulang tahunmu)

Pakai modal auxiliary verbs untuk beri saran (advice)

Memberi saran atau rekomendasi bisa pakai should dan untuk saran ringan kamu bisa pakai could.
Contoh:

  • You should consider wisely. (Kamu seharusnya mempertimbangkan dengan bijak)
  • You could always text me if you need anything. (Kamu selalu bisa kirim pesan padaku jika kamu perlu sesuatu)

Menyatakan keinginan (willingness) dan niat/rencana di masa depan (future intention)

Kalau ingin mengatakan niat, nah, paling cocok pakai kata kerja modal yang berbentuk will dan kalau kamu ingin lebih formal bisa pakai shall, ya!
Contoh:

  • She will buy the red skirt. (Dia akan membeli rok merah itu)
  • We shall depart from the station sooner. (Kita akan berangkat dari stasiun lebih cepat)

Modal auxiliary verbs untuk makna yang lebih sopan (polite)

polite modal auxiliary verb

Sebenarnya kata can tidak kasar, tapi could lebih sopan. Sama seperti will yang tidak kasar, tapi would lebih sopan. Untuk memberi kesan bahasa yang halus dan sopan, kamu juga bisa pakai may.
Contoh:

  • Could you tell me that story? (Bisakah kamu beri tau aku tentang cerita itu?)
  • I would like to ask for your help. (Aku ingin meminta bantuanmu)
  • May I borrow your book for one day? (Bolehkah aku pinjam bukumu selama satu hari?)

Membicarakan kebiasaan di masa lalu (past habit)

Kamu harus tau kalau would bisa kamu pakai untuk kebiasaan berulang di masa lalu
Contoh:
Every day before Christmas when I was younger, my mother would take me on an all-day road trip. (Setiap hari sebelum Natal, ketika saya masih kecil, ibu saya biasa mengajak saya melakukan perjalanan darat seharian)

Menyampaikan kesimpulan logis (logical conclusion)

Kalau kamu punya kesimpulan sendiri tentang sesuatu, kamu bisa pakai kata kerja bantu modal must untuk hal yang pasti dan can’t untuk hal yang bikin kamu heran sampai tidak percaya, geleng-geleng kepala, trus bilang “gak mungkin”.
Contoh:

  • She always gets A+ on her exams. She must be very smart. (Dia selalu dapat nilai A+ saat ujian. Dia pasti sangat pintar.
  • He can’t be serious. That doesn’t make sense! (Dia tidak mungkin serius. Itu tidak masuk akal!)

Baca juga: Mengenal Causative Verbs

Apa saja auxiliary verbs lain dalam bahasa Inggris?

Simpelnya sih auxiliary verbs di bahasa Inggris dibagi jadi tiga jenis. Selain modal auxiliary verbs, ada juga do, dan be.

Menggunakan do/does/did

Do/does/did dipakai dalam kalimat yang mengandung kata kerja (verb).
Contoh:

  • I do need to speak to someone in charge. (Aku benar-benar perlu bicara pada seseorang yang berwenang)
    Dalam kalimat positif, kata do/does/did dipakai agar verb-nya punya makna yang lebih kuat.
  • She does not like pretending only to draw attention. (Dia tidak suka berpura-pura hanya untuk menarik perhatian)
  • Did he suggest you to apply for that job? (Apa dia menyarankan kamu untuk melamar pekerjaan itu?)

Kapan harus pakai be?

Be adalah bentuk utamanya, tapi dalam kalimat, be bisa berubah menjadi is, am, are (ketiganya dipakai untuk kondisi saat ini) juga was dan were (untuk situasi di masa lalu).
Contoh:

  • She is a great doctor. (Dia adalah seorang dokter yang hebat)
  • When they were younger, they were like twins. (Saat mereka lebih muda, mereka seperti kembar)

Baca juga: Perbedaan Kata Look For, Look At, dan Look After

Di mana tempat kursus terbaik untuk belajar macam-macam auxiliary verbs?

Ternyata auxiliary verbs dalam bahasa Inggris sepenting itu, ya? Wah, kamu nggak boleh lagi nih nge-skip materi ini. Yuk belajar bareng English Café Bali di Program General English yang terbukti unggul membimbing pelajarnya untuk bisa berbahasa Inggris.

  • Selain dapat modul, kamu juga bisa sesuaikan materi kursus dengan kebutuhan kamu
  • Kelas ditentukan berdasarkan level kemampuan siswa
  • Kamu akan belajar langsung dengan tutor profesional dan berpengalaman
  • Belajar di kelas Private ataupun Small Group sesuai keinginanmu
  • Pilihan jadwal beragam dan fleksibel

General English

Jangan ragu! Mulai perjalananmu menuju kemahiran bahasa inggris yang lebih baik

Yuk daftar kursus bahasa inggris sekarang bersama English Cafe dan dapatkan Promo May-Gical Deals, Dengan Promo Potongan Harga Di Semua Program Kursus English Cafe Bali!