fbpx

Contoh Percakapan dalam Bahasa Inggris Mengenai Fashion/Mode

Gede Murta

Berbicara tentang fashion/mode pasti, diantara kalian pasti punya teman yang fashionable. Kita tahu bahwa fashion/mode selalu identik dengan gaya hidup baik itu perempuan ataupun laki – laki. Diskusi dan pertanyaan mengenai pengalaman membeli pakaian baru, harga pakaian tersebut sampai dengan pendapat tentang fashion juga sering menjadi bahan percakapan bahasa Inggris fashionable. Hal ini dapat kita manfaatkan sebagai bahan atau contoh belajar percakapan dalam bahasa Inggris mengenai fashion/mode. Perhatikan contoh percakapan bahasa Inggris fashionable atau percakapan dalam bahasa Inggris mengenai fashion/mode dibawah ini dan analisalah penggunaan pertanyaan beserta jawabannya.

Tes Bahasa Inggris Online Gratis

Percakapan dalam bahasa Inggris mengenai fashion/mode

Hanna : Where do you usually buy your clothes? Why do you buy them there? Are you price-conscious? (Di mana biasanya kamu membeli baju? Kenapa kamu membelinya disana? Apakah kamu sadar akan harga saat berbelanja?)

Viola : I usually buy clothes at Department Store because the price is affordable and there also has cheap price with a good quality. Ahhaa yes, i am. I like to compare the price to another shop. (Biasanya saya beli baju di Toko serba ada karena harganya terjangkau dan ada juga harga murah dengan kualitas bagus. Ahhaa iya iya. Saya suka membandingkan harga ke toko lain)

Hanna : Do you choose your own clothes? If not, who helps you choose? (Apakah kamu memilih bajumu sendiri? Jika tidak, siapa yang membantu memilihkannya?)

Viola : Not really. Sometimes i ask my friend to choose it for me especially for formal dress. (Tidak terlalu. Kadang-kadang saya meminta teman saya untuk memilihkannya terutama untuk pakaian formal)

Hanna : How much money do you spend on clothes? Have you ever worn hand-me-downs? (=usually clothes from older brothers or sisters) (Berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk baju? Pernahkan kamu memakai baju turunan dari kakak-kakakmu?)

Viola : I spend a lot of money on clothes because i’m bored if i wear the same clothes. Yes, i like to wear hand-me-downs especially my older sister clothes. She gave me her clothes when she was young. (Saya menghabiskan banyak uang untuk baju karena saya bosan jika memakai baju yang sama. Ya, saya suka memakai baju bekas kakak saya terutama baju kakak perempuan saya. Dia memberi pakaiannya saat masih muda)

Hanna : What kind of clothes are in fashion now? Do you think it is important to wear fashionable clothes? (Jenis baju apa yang lagi modis sekarang? Menurutmu apakah penting untuk memakai pakaian/baju modis?)

Baca juga:

Viola : I don’t really know about that because for me i don’t really wear the up-to-date clothes. As long as i feel comfortable with what i wear. (Saya tidak begitu tahu tentang itu karena bagi saya,  saya tidak memakai baju terbaru. Selama saya merasa nyaman dengan apa yang saya kenakan)

Hanna : Have you ever bought second-hand clothes? Why or why not? (Pernahkah kamu membeli baju bekas? Kenapa atau kenapa tidak?)

Viola : Yes, i have ever bought second-hand clothes. I love to buy second-hand-clothes because i like something unique and i dislike clothes that has the same style with the others. (Ya, saya pernah membeli pakaian bekas. Saya suka membeli pakaian bekas karena saya menyukai sesuatu yang unik dan saya tidak menyukai pakaian yang memiliki gaya yang sama dengan yang lain)

Hanna : What do you think of wearing high heels? Do you or would you wear them? Why or why not? (Apa menurutmu tentang memakai high heels? Apakah kamu atau maukah kamu menggunakannya? Kenapa atau kenapa tidak?)

Viola : High heels? Well, i occasionally wear them for special event. I don’t wear it very often. (Sepatu hak tinggi? Saya kadang-kadang memakainya untuk acara spesial/tertentu. Saya tidak sering memakainya)

Hanna : How much time do you spend getting ready to go to school/work/ a party with friends? (Berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk pergi ke sekolah / bekerja / berpesta dengan teman?)

Baca juga:

Viola : It depends, if i go to work, i just need 15 – 30 minutes to get ready. On the other hand, go to party needs a lot of time. I need to curly my hair, put on make up and wear a gorgeous dress. (Tergantung, jika saya pergi kerja, saya hanya butuh 15 – 30 menit untuk bersiap-siap. Di sisi lain, pergi ke pesta butuh banyak waktu. Saya perlu keriting rambut saya, memakai make up dan memakai gaun yang sangat bagus)

Hanna : What’s the most expensive piece of clothing you’ve ever bought? (Apa pakaian paling mahal yang pernah kamu beli?)

Viola : For clothes, i rarely buy a very expensive one. But i ever buy one thing that very high-priced. I bought a watch. It costs $300. (Untuk pakaian, saya jarang membeli yang sangat mahal. Tapi saya pernah membeli satu barang dengan harga sangat tinggi. Saya membeli sebuah jam tangan. Harganya $ 300)

Hanna : Is there a dress code at school or at work? What about when going to parties or clubs? (Apakah ada kode berpakaian di sekolah atau di tempat kerja? Bagaimana ketika pergi ke pesta atau club?)

Viola : I work with a dress code but only every Monday and Tuesday. I have to wear white top and black for the bottom. (Iya, saya bekerja dengan kode berpakaian tapi hanya setiap hari Senin dan Selasa. Saya harus memakai bagian atas berwarna putih dan hitam untuk bagian bawah)

Hanna : What kind of clothing do you find provocative? (=inciting sexual desire) What do you think of showing skin? (Pakaian apa yang kamu anggap provokatif? (= Menghasut hasrat seksual) Apa pendapat kamu tentang menunjukkan kulit/pakaian yang terbuka?)

Baca juga:

Viola : Wow.. everyone has different view but for me, inciting sexual desire comes to our mind. If our mind is dirty, we might say that as a provocative. (Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tapi bagi saya, menghasut hasrat seksual berasal dari pikiran kita. Jika pikiran kita kotor, kita bisa mengatakan itu sebagai provokatif)

Hanna : Do you have any tattoos or piercings? What do you think of them? (Apakah kamu punya tato atau tindikan? Apa pendapatmu tentang mereka?)

Viola : This is the same as your previous question. I think tattoos or piercing is kind of arts and they express their style with that. (Ini sama dengan pertanyaan anda sebelumnya. Saya pikir tato dan tindik adalah jenis seni dan mereka mengekspresikan gaya mereka dengan itu)

Hanna : What is the traditional dress where you live? Is it comfortable? Do you ever wear it? (Apa pakaian tradisional tempat kamu tinggal? Apakah nyaman? Apakah kamu pernah memakainya?)

Viola : Actually, in my country, i don’t have that authentic/traditional dress. But where i live now in Bali. I see many people wear Kebaya, their traditional dress. They wear it when there is a ceremony, like go to the temple, wedding reception, funeral, and so on. I love to see them wearing Kebaya. They look so appealing and stunning. (Sebenarnya, di negara saya, saya tidak memiliki pakaian asli / tradisional itu. Tapi dimana saya tinggal sekarang di Bali. Saya melihat banyak orang memakai pakaian tradisional Kebaya. Mereka memakainya saat ada upacara, seperti pergi ke pura, resepsi pernikahan, pemakaman, dan sebagainya. Saya suka melihat mereka memakai Kebaya. Mereka terlihat sangat menarik dan menakjubkan.)

Baca juga:

Percakapan di atas merupakan contoh percakapan bahasa Inggris fashionable yang bisa kalian jadikan referensi dengan teman. Kalian juga bisa menambahkan pertanyaan-pertanyaan lain ya dalam percakapan bahasa Inggris fashionable ketika kalian ingin membicarakan khusus seputaran fashion dengan teman kalian. Jadi percakapan kalian akan mengalir seperti air. Semakin banyak bahan pembicaraan, tentu saja membuat bahasa Inggris terutama dalam berbicara makin lancar.

Ngomong-ngomong, adakah yang masih sering mengalami kesulitan dalam bahasa Inggris?

Wajar saja karena banyak sebab. Yang pertama adalah karena kamu kurang terbiasa dengan bahasa inggris. Smartphone kamu saja masih berbahasa Indonesia. Sebab yang keduanya itu karena kamu adalah tipe gerak. Kamu tipe yang harus belajar dan dijelaskan langsung oleh guru secara fun dan sekaligus langsung praktik. Dan sebab yang terakhir adalah kamu takut mencoba ikut kursus bahasa inggris.

Kamu tidak salah. Banyak orang juga takut kursus bahasa inggris. Takut harganya mahal dan tidak sesuai hasil. Ataupun juga takut membuat kesalahan saat belajar di tempat kursus yang ramai dan guru yang galak. Takut jadwal dan waktu luangmu yang tidak sesuai dan tidak cukup. Yang terakhir adalah kamu takut bosan dengan pembelajarannya. 

Solusinya untuk bisa bahasa Inggris  adalah dibawah ini 

  1. Pertama kamu ganti bahasa smartphone kamu menjadi English. 
  2. Kedua, ikut kursus bahasa inggris yang jadwalnya fleksibel tanpa takut hangus. 
  3. Ketiga pilih sistem private atau kelas kecil biar lebih bebas. 
  4. Keempat pilih kursus bahasa inggris online zoom yang langsung face to face dengan gurunya. 
  5. Cari kursus bahasa Inggris yang BERANI Memberi JAMINAN UANG KEMBALI. Di English Cafe kami jamin 100% UANG KEMBALI. Jika kamu tidak sreg dengan kualitas tutor dan module kami.

Coba Sekarang (Ungu)

Di English Cafe, kami adalah professional di bidang Bahasa Inggris. Semua program Bahasa Inggris seperti IELTS/TOEFL, General English dan program special untuk karyawan, hospitality dan medical semua tersedia. Program kita juga bisa di custom sesuai permintaan kamu lho. Semua tutor kami qualified dan terakreditasi. Ambil program kami dan kami jamin 100% UANG KEMBALI jika kamu tidak puas dengan kualitas tutor, sistem pengajaran kami dan platform kami. Yuk datang ke English Cafe di Jalan Gunung Soputan I 16 A Denpasar atau kalian bisa menghubungi kami melalui WA di nomor 082145458411. We’ll get you addicted to English!

Leave a Comment