fbpx

Hear VS Listen

Gede Murta

Ada yang masih tidak tahu kalau makna dari kata “hear” dan “listen” itu berbeda? Dan menganggap bahwa kedua kata tersebut adalah sama saja? Mau pakai “hear” ataupun “listen” tidak masalah? Ups! Hati-hati, kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda loh.

Tes Bahasa Inggris Online Gratis

“Hear” dan “Listen” adalah kata kerja umum yang sering kita dengar, bahkan kedua kata tersebut memiliki makna yang sama dalam bahasa Indonesia, yaitu “mendengar.  Namun, dalam bahasa Inggris kedua kata tersebut memiliki cara penggunaan yang berbeda dan memiliki makna yang tentunya berbeda,  memang sepertinya mirip tapi jangan salah, kamu harus tahu kapan kamu dapat menggunakan kata “hear” ataupun “listen”. Yuk simak penjelasannya berikut ini!

Berdasarkan Makna

1. Hear: a sound or noise comes into your ear without you making an effort.

Jika dilihat dari maknanya, kata “hear digunakan saat kita mendengar suara-suara tanpa disengaja, atau ada suara-suara yang masuk ke telinga kita tanpa kita berusaha untuk mendengarkannya.

Contoh kalimat:

  • I hear the dog barking out loud. (Aku mendengar anjing itu menggonggong dengan keras).
  • I can’t hear you, please speak louder. (Aku tidak bisa mendengarmu, tolong bicara lebih keras).
  • Did you hear that noise from the next door? (Apakah kamu mendengar suara itu dari kamar sebelah?).
  • I just heard you talking about Horror Movie. (Aku baru saja mendengarmu berbicara tentang film horor).
  • I can’t hear anything because her voice is too low. (Saya tidak bisa mendengar apa-apa karena suaranya terlalu kecil).

Baca juga: Perbedaan kata remind dan remember dalam bahasa Inggris

2. Listen: when you pay attention and try to listen to sounds.

Berbeda dengan “hear, kata listen” digunakan ketika kita berusaha untuk mendengar suara atau pembicaraan orang lain maupun sebagai kata kerja (verb) untuk meminta seseorang untuk mendengarkan. Kita juga menggunakan kata “listen saat kita benar-benar memperhatikan suara yang kita dengar.

Contoh kalimat:

  • Please listen to me, so I don’t have to repeat it again. (Tolong dengarkan aku, jadi aku tidak perlu mengulanginya lagi).
  • I love listening to Sam Smith’s music. (Aku suka mendengarkan musik Sam Smith).
  • Please be quiet! I’m listening to the TOEFL audio. (Tolong diam! aku sedang mendengarkan audio TOEFL).
  • Are you listening to me? No, I wasn’t listening to you, sorry. (Apakah kamu mendengarkanku? Tidak, aku tidak mendengarkanmu, maaf).
  • I’m listening to a wonderful song. (Aku sedang mendengarkan lagu yang indah).

Baca juga: Perbedaan antara live, lives, dan life

Perbandingan

Jika kamu masih kesulitan untuk membedakan kedua kata tersebut, sekarang coba kita bandingkan dengan mengkombinasikan kedua kata tersebut dalam satu kalimat.

Contoh kalimat:

  • I was listening to loud music when I heard the phone ring. (Aku sedang mendengarkan musik keras ketika aku mendengar telepon berdering).
  • Listen! I hear a noise from the kitchen. (Dengarkan! Aku mendengar suara dari dapur).

Untuk kata “listen si pembicara sedang benar-benar mendengarkan atau meminta orang lain untuk memperhatikannya, sementara kata “hear” digunakan ketika ada suara yang tidak sengaja memasuki telinga si pembicara tanpa ada keinginan untuk mendengarkannya.

Sekarang sudah tahu kan bagaimana cara membedakan kedua kata yang sangat mirip itu? Ingat, pahami maknanya terlebih dahulu, sehingga kamu dapat dengan mudah membedakan kapan harus menggunakan hear ataupun “listen.

Ngomong-ngomong, adakah yang masih sering mengalami kesulitan dalam bahasa Inggris?

Wajar saja karena banyak sebab. Yang pertama adalah karena kamu kurang terbiasa dengan bahasa inggris. Smartphone kamu saja masih berbahasa Indonesia. Sebab yang keduanya itu karena kamu adalah tipe gerak. Kamu tipe yang harus belajar dan dijelaskan langsung oleh guru secara fun dan sekaligus langsung praktik. Dan sebab yang terakhir adalah kamu takut mencoba ikut kursus bahasa inggris.

Kamu tidak salah. Banyak orang juga takut kursus bahasa inggris. Takut harganya mahal dan tidak sesuai hasil. Ataupun juga takut membuat kesalahan saat belajar di tempat kursus yang ramai dan guru yang galak. Takut jadwal dan waktu luangmu yang tidak sesuai dan tidak cukup. Yang terakhir adalah kamu takut bosan dengan pembelajarannya. 

Solusinya untuk bisa bahasa Inggris  adalah dibawah ini 
  1. Pertama kamu ganti bahasa smartphone kamu menjadi English. 
  2. Kedua, ikut kursus bahasa inggris yang jadwalnya fleksibel tanpa takut hangus. 
  3. Ketiga pilih sistem private atau kelas kecil biar lebih bebas. 
  4. Keempat pilih kursus bahasa inggris online zoom yang langsung face to face dengan gurunya. 
  5. Cari kursus bahasa Inggris yang BERANI Memberi JAMINAN UANG KEMBALI. Di English Cafe kami jamin 100% UANG KEMBALI. Jika kamu tidak sreg dengan kualitas tutor dan module kami.

Coba Sekarang (Ungu)

Di English Cafe, kami adalah professional di bidang Bahasa Inggris. Semua program Bahasa Inggris seperti IELTS/TOEFL, General English dan program special untuk karyawan, hospitality dan medical semua tersedia. Program kita juga bisa di custom sesuai permintaan kamu lho. Semua tutor kami qualified dan terakreditasi. Ambil program kami dan kami jamin 100% UANG KEMBALI jika kamu tidak puas dengan kualitas tutor, sistem pengajaran kami dan platform kami. Yuk datang ke English Cafe di Jalan Gunung Soputan I 16 A Denpasar atau kalian bisa menghubungi kami melalui WA di nomor 082145458411. We’ll get you addicted to English!

Leave a Comment