fbpx

3 Kiat Khusus Membiasakan Kemampuan Listening

Gede Murta

Alah bisa karena biasa. Sesuatu yang sering kita lakukan akan menjadi kebiasaan, maka tak terasa lagi kesukarannya.

Pertama kali saya mengikuti tes listening di SMP (menjelang Ujian Nasional), susahnya setengah mati, meskipun sudah diulang tiga kali dan dalam tempo yang cukup lambat. Saya pikir, telinga saya tidak bisa menangkap dengan baik apa yang dikatakan oleh native speaker.

“Waduh, kalau terus-terusan begini, saya bisa-bisa nggak lulus”, pikir saya. Saya akhirnya menyadari bahwa keadaan saya saat itu disebabkan karena saya tidak terbiasa mendengarkan sesuatu dalam bahasa Inggris.

Ketika kalian mempelajari sebuah bahasa, satu aspek yang menjadi uji kelayakan bahasa kalian adalah mendengarkan atau listening. Hampir di setiap bahasa pun seperti itu.

Mendengarkan ibaratnya belajar kembali seperti balita yang sedang belajar untuk berbicara, kemampuan mendengarkan yang mereka gunakan untuk membangun aspek lain yakni berbicara, menulis dan membaca. Jadi, ketika kemampuan mendengarkan sudah baik, maka kalian telah mampu atau mudah menggunakan bahasa tersebut di aspek selanjutnya.

Akhirnya, untuk mengembangkan kemampuan listening saya yang masih pas-pasan saat itu, saya gunakan cara-cara berikut untuk membuat saya terbiasa mendengar sesuatu dalam bahasa Inggris.

Menonton TV Berbahasa Inggris atau YouTube

Jaman saya dulu sih belum ada YouTube (ketahuan deh SMP nya udah lama banget, haha). Tapi di salah satu TV nasional, ada siaran tourism dan tentu menggunakan bahasa Inggris, meskipun speakernya orang lokal. Nah untuk kalian yang ingin belajar bahasa Inggris di jaman yang sudah canggih ini, apa sih yang nggak bisa dilakukan, guys?

TV sudah pakai TV kabel, dan siaran berbahasa Inggris bisa kalian akses dalam satu kali klik! Siaran YouTube pun begitu. Dengarkan saja si artis kesukaanmu berbicara tentang bagaimana dia bisa mendapatkan penghargaan, atau kesehariannya, atau topik lain yang bisa membuat kalian terbiasa mendengarkan dalam bahasa Inggris.

Dengarkan lagu bahasa Inggris sesering mungkin

Ini adalah cara jitu saya untuk belajar bahasa Inggris dalam hal mendengarkan. Lagu-lagu yang slow dan easy listening meningkatkan kemampuan mendengar saya secara signifikan! Lagu tersebut saya dengarkan berulang-ulang meskipun saya tidak  mengerti artinya, sampai saya familiar dengan kalimat-kalimat bahasa Inggris yang menjadi lirik lagu itu.

Lama-kelamaan, beberapa kata yang saya dengarkan akhirnya membuat saya bisa menangkap makna lagu tersebut, dan pada akhirnya, saya cari liriknya di Google. Saya print, stabilo dan tentu saja kamus selalu ada di samping saya. Walaupun usaha yang saya lakukan terbilang simple, namun cara itu dijamin meningkatkan kemampuan listening kalian secara langsung.

Jangan lupa pilihan lagunya harus yang benar-benar memiliki pronunciation yang jelas, namun tetap lagu tersebut adalah lagu kesukaanmu.

Belajar menangkap ide

Ketika ujian mendengarkan, saya yakin tidak semua kata akan kalian dapat dengar dengan jelas. Saran saya, jangan artikan semua kata tersebut! Sangat membuang-buang waktu! Kalian hanya perlu keahlian menangkap ide dari sebuah paragraf atau kalimat. Misalnya:

Speaker 1 : Hey Nancy, how are you?
Speaker 2 : I’m very well, thanks. By the way, have you heard about Sarah?
Speaker 1 : Not yet, what happened with her?
Speaker 2 : She’s got an accident yesterday, and she’s in Sanglah hospital right now.
Speaker 1 : I’m sorry to hear that. I’ll visit her this afternoon, would you like to join me?
Speaker 2 : Good idea. I’ll pick you up at 3.

Dari percakapan tersebut, tentu ada kesulitan untuk menangkap kata-kata yang disingkat seperti I’ll atau she’s (she has dan she is). Kalian fokus untuk menangkap beberapa kata saja misalnya pada Sarah, accident, in Sanglah hospital right now dan pada ungkapan prihatin pada kalimat I’m sorry to hear that dan jam (disebutkan pick you up at 3). Pasti pertanyaannya nggak jauh-jauh dari kata-kata tersebut.

Jangan lupa perbanyak latihan mendengarkan di banyak situs yang tersedia di internet. Jaman udah canggih guys, nothing’s impossible 🙂

Leave a Comment