fbpx

Game Untuk Bermain Belajar Bahasa Inggris

Gede Murta

Adakah diantara Anda yang memiliki anak atau adik yang setiap hari asik memantau Playstation, PC, tablet, smartphone, atau PSP nya? Saya rasa hal tersebut sudah menjadi hal lumrah yang selalu ditemui di manapun (kecuali di sekolah, karena sekarang sekolah memberi larangan siswanya membawa gadget dalam bentuk apapun).

Tak berbeda dengan adik saya, setiap saya pulang ke rumah pasti selalu menemukan dia sedang asik memantau PC atau kemudian menyambar smartphone saya untuk bermain game. Sebenarnya pemandangan itu biasa saja, sampai saya mendengar dia membaca beberapa kata dan menanyakan artinya,”Kak, apa artinya ini? Plant tomatoes at the garden!” (tentu cara membacanya masih seperti bahasa Indonesia).

Sebelum saya menjawab, dia sudah menyiapkan kertas post-it dan bersiap menulis. “Artinya kamu diminta sama gamenya untuk menanam tomat di kebun.. Plant = tanam, tomato = tomat, at the garden = di kebun…” Sembari menulis, adik saya yang akan menginjak kelas 2 bangku Sekolah Dasar itu bertanya lagi,”Kan itu tomatoes, Kak, tadi kakak nyebutnya tomato. Trus es nya dibawa kemana?” dan saya menjelaskan, dan dia bertanya lagi, daaan seterusnya. Anyway, percakapan itu cukup complicated, jadi sebaiknya di-skip saja :p

Game memang sangat berpengaruh dengan kehidupan anak-anak. Visualisasi game tiga dimensi yang membuat karakternya terlihat nyata, semakin memanjakan mata mereka. Nah jadi apa hubungannya game dengan belajar bahasa Inggris? Kabar baiknya, hal tersebut menjadi salah satu sisi positif dari game berbasis bahasa Inggris.

Menggunakan game sekelas Role Playing Game (RPG) seperti yang dimainkan adik saya atau bergenre Adventure (petualangan) bisa jadi metode belajar bahasa Inggris yang baik sekaligus media bermain bagi anak-anak. Kedua genre ini membutuhkan kemampuan untuk memahami bahasa agar dapat terus bermain.

Bagaimana bisa? Bagi Anda yang juga penyuka game, tentu Anda akan tahu bahwa dalam permainan RPG atau Adventure, pemain harus berinteraksi dengan karakter-karakter di dalamnya dengan menggunakan bahasa Inggris. Tanpa memahami bahasanya, akan sulit untuk menyelesaikan permainan karena pasti ada misi yang harus dicapai. Kuncinya terletak pada dialog antara moderator dengan tokoh utama.

Sebagai contoh, ketika adik saya melihat atau mendengar kalimat tentang step apa yang harus dilakukan selanjutnya, ia tentu akan belajar focus untuk mendengar kalimat, membaca pesan, mencari arti informasi tersebut untuk melanjutkan game agar misi bisa terpenuhi. Dialog dalam game lebih mudah untuk dipahami daripada belajar melalui film, dalam artian dialognya lebih lambat dan pengucapannya jelas.

Bisa di pause, kemudian didengarkan berulang-ulang, sehingga mendengarkan bahasa Inggris secara lisan dapat membantu mengoptimalkan cara pengucapan. Hal itu akan membuat otak mereka akan mencerna latihan dasar bahasa Inggris yakni reading-writingspeakinglistening. Tentu Anda yang pernah mencoba game tersebut sudah merasakan dampaknya.

Karena adik saya tergolong anak yang aktif, dia suka sekali mencatat kata-kata baru yang ada di dalam game. Sebenarnya kamus menjadi salah satu teknik sederhana yang berguna untuk bermain game. Tentu saja anak atau adik Anda akan belajar beberapa kosa kata baru dalam bahasa Inggris. Namun, perlu dicatat… tidak semua anak yang baru belajar suka mencerna sesuatu dari bacaan berat seperti kamus. Lebih baik membiarkan ia bertanya tentang apa yang ingin dia ketahui dan menemukan sendiri, tanpa dipaksa membaca.

Sayangnya, dibalik eksistensi game sebagai media untuk belajar bahasa Inggris, pasti ada sisi negative yang terlihat. Anda mesti memberikan pemahaman bahwa bermain game berlebihan dapat menyebabkan kerugian bagi anak atau adik Anda, baik dari segi waktu, kesehatan, bahkan mental. Anda harus selalu memantau game apa yang anak atau adik Anda mainkan, pastikan selalu dalam pengawasan.

Game akan bermanfaat jika digunakan sepantasnya. Permainan simple semacam Harvest Moon atau The Sims adalah apa yang saya lakukan ketika masih menjadi siswa SMP, dan yang juga terjadi pada adik saya. Secara alami, hal itu akan membuat saya mengingat beberapa kata-kata baru dalam bahasa Inggris dan ya, ini membuktikan bahwa belajar dan bermain dapat dilakukan secara bersamaan. Asal bermain dalam porsi waktu yang tepat

Leave a Comment