Mengenal Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Menulis Task 2 pada IELTS Writing

Gede Murta

Mengenal Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Menulis Task 2 pada IELTS Writing

Mengenal Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Menulis Task 2 pada IELTS Writing

Di dalam penilaian IELTS, terdapat empat keterampilan berbahasa yang dievaluasi, yaitu: mendengarkan (listening), membaca (reading), menulis (writing), dan berbicara (speaking), yang mana dari keempat keterampilan tersebut kita akan fokuskan pembahasan kali ini pada kemampuan menulis (writing). Mengingat betapa krusialnya setiap poin yang harus diperoleh dalam masing-masing keterampilan berbahasa, maka penting pula bagi kita memperhatikan hal-hal apa saja yang merupakan larangan dalam menulis task 2 pada IELTS writing.

Sebelum membahas mengenai larangan dalam menulis task 2 pada IELTS writing, hendaknya kita mengenal dari dasar tentang IELTS writing task 2. Jenis pertanyaan IELTS writing task 2 baik IELTS Academic maupun General Training adalah sama, yaitu dalam hal ini adalah membuat sebuah esai berdasarkan topik yang ditanyakan pada pertanyaan. Esai ini semestinya tersusun dalam struktur yang terorganisir yang memungkinkan kita untuk nantinya dengan mudah memahami keseluruhan isi esai tersebut.

Dalam kaitannya dengan upaya meminimalisir kesalahan pada penulisan IELTS writing task 2, artikel kali ini akan menjabarkan mengenai beberapa aspek yang erat kaitannya pula dengan larangan dalam menulis task 2 pada IELTS writing, yaitu sebagai berikut:

  1. Bagaimana runtutan penulisan IELTS writing task 2 yang tepat?
  2. Apa saja hal-hal yang menyebabkan ketidaksesuaian dalam penulisan IELTS writing task 2?
  3. Bagaimana belajar menulis IELTS writing task 2 bersama English Café Bali?

Dapatkan pembelajaran intensif dari pengajar berpengalaman kami, lengkapi diri dengan strategi sukses, dan capai skor IELTS yang diinginkan. Daftar sekarang dan mulai perjalanan menuju kesuksesan IELTS bersama kami disini!

Bagaimana runtutan penulisan IELTS writing task 2 yang tepat?

runtutan penulisan IELTS writing task 2

Menulis dalam bentuk apapun sangat erat kaitannya dengan strukturasi dan organisasi isi. Begitu pula halnya dengan IELTS writing. Untuk menulis IELTS writing baik task 1 maupun task 2, hendaklah kita menitikberatkan juga pada bagaimana cara yang tepat dalam penyusunan serangkaian poin yang akan dijabarkan dalam tulisan.

Hal ini amat penting mengingat dalam penilaian IELTS writing itu sendiri, terdapat beberapa aspek yang esensial. Demi memudahkan kita dalam mencapai tulisan yang tepat dari segi struktur, larangan dalam menulis task 2 pada IELTS writing tentu sangat berperan penting. Namun kita juga harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara menulis dalam IELTS task 2 secara umum sehingga dalam penulisannya kelak, kita mampu menghindari hal-hal yang kurang sesuai.

Runtutan yang tepat dalam menulis IELTS writing task 2 adalah sebagai berikut.

  • Pemahaman topik dan pertanyaan

Hal yang paling utama adalah pemahaman mengenai topik dan isu yang terkandung di dalam topik tersebut. Pemahaman ini bertujuan untuk mengarahkan esai yang akan kita tulis ke arah yang benar, sehingga lebih mudah bagi kita untuk menyusun tulisan, pun setelah mengerti dengan cermat pertanyaan yang diberikan. Akan menjadi kesalahan yang amat fatal apabila kita melakukan kesalahan memahami isi topik dan juga pertanyaan.

  • Membuat kerangka tulisan

Begitu kita yakin dan mengerti topik dan juga pertanyaan yang diberikan, kini saatnya menyusun kerangka penulisan sehingga semua hal yang akan kita tulis direncanakan dengan baik terlebih dahulu dalam kerangka tulisan ini. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari kondisi di mana kita akan kebingungan dalam meneruskan esai di tengah-tengah proses penulisan karena adanya ide-ide yang ternyata tidak saling mendukung.

Mau tahu sebaik apa kemampuan berbahasa Inggrismu? Yuk tes kemampuan berbahasa Inggris bersama English Cafe Bali. Tanpa ribet dan pastinya gratis!

  • Strukturasi

Berpatokan pada larangan writing task 2 IELTS, penulis diharapkan mempertimbangkan aspek strukturasi yang akan sangat berperan penting dalam proses penulisan. Pembuatan struktur dalam tulisan tentu tidak dapat dianggap remeh. Hal ini dikarenakan struktur bertujuan jelas, yaitu untuk menyusun segala aspek tulisan dalam urutan dan organisasi yang benar dan rapi sehingga tulisan yang terkandung di dalamnya mudah diterima karena dipresentasikan dalam runtutan yang tepat.

  • Penulisan dan elaborasi ide

Setelah keseluruhan langkah sebelumnya rampung, barulah kita segera berhadapan dengan proses penulisan final. Tulisan yang kita buat ini merupakan penjabaran yang lebih lengkap berdasarkan ide-ide yang sudah kita buat dalam skema penulisan sebelumnya. Penjabaran ini juga akan menantang kemampuan kita dalam mempertahankan kesesuaian, kesatuan, dan kepaduan antar kalimat maupun paragraf yang kita susun. Terkandung pula di dalamnya bagaimana cara kita melibatkan beragam kosakata yang relevan dan penggunaan grammar yang tepat demi menghindari kesalahpahaman dan distorsi makna dari apa yang sebenarnya ingin kita tuangkan dalam tulisan. Hal ini amat berkaitan dengan salah satu larangan writing task 2 IELTS yang menganjurkan kita memilih diksi yang tepat dan relevan.

  • Pemeriksaan akhir

Untuk merangkai tulisan yang baik, proses penulisan tidaklah satu-satunya aspek yang kita harus fokuskan. Setelah tulisan yang kita buat selesai, ada baiknya kita memeriksa kembali untuk mengetahui ada tidaknya kesalahan yang terdapat dalam tulisan kita. Langkah ini pula lah yang menjadi akhir penulisan pada IELTS writing task 2. Saat melakukan pemeriksaan akhir inilah kita melakukan pemeriksaan yang menyeluruh dan memastikan tidak ada satupun larangan writing task 2 IELTS yang terkandung di dalam tulisan kita.

Baca juga: kursus persiapan IELTS yang efektif untuk meningkatkan skor IELTS kamu

Apa saja hal-hal yang menyebabkan ketidaksesuaian dalam penulisan IELTS writing task 2?

hal-hal yang menyebabkan ketidaksesuaian dalam penulisan IELTS writing task 2

Beberapa hal yang kita tulis tanpa kita sadari, berpotensi menjadi penyebab berkurangnya poin yang semestinya kita dapatkan dalam penilaian IELTS writing task 2. Dengan tujuan untuk mengurangi kesalahan yang mendasar seperti ini, mari kita perhatikan larangan dalam menulis task 2 pada IELTS writing berikut ini.

  • Don’t use contractions! (Jangan gunakan kontraksi/singkatan!)

Larangan writing task 2 IELTS yang sering kali terabaikan adalah penggunaan contraction. Contraction adalah penggabungan dua kata dalam bahasa Inggris dengan tujuan untuk mempersingkatnya menjadi satu kata. Contraction biasanya digunakan dalam konteks kasual yang lebih santai sehingga sangat tidak dianjurkan untuk menggunakannya pada konteks IELTS yang merupakan tes resmi penilaian kemampuan berbahasa. Gunakanlah kata yang benar dan lugas.

Contoh contraction adalah sebagai berikut.

don’t merupakan contraction dari do not
doesn’t merupakan contraction dari does not
it’s merupakan contraction dari it is

  • Don’t refer back to yourself! (Jangan merujuk pada diri sendiri!)

Aspek ini penting untuk diperhatikan sebab terdapat pula larangan writing task 2 IELTS, di mana kita diharapkan untuk mampu menghindari penggunaan kata ganti yang menunjukkan bahwa kita mengedepankan aspek yang bersifat terlalu personal. Hal ini dianggap mengurangi esensi dari objektivitas tulisan yang kita buat.

Contoh kata ganti personal yang harus dihindari adalah I, me, dan my.

I think this issue is …. (saya pikir isu ini ….)
If you ask me, …. (jika kamu bertanya pada saya, …)
In my opinion, … (menurut saya …)

  • Don’t use emotive language! (Jangan gunakan bahasa yang emosional!)

Emotive language dikenal dengan rangkaian kata-kata yang mengedepankan aspek penilaian emosional pribadi/subjektif yang tentu tidak selayaknya dijadikan bahan tulisan kita dalam IELTS writing task 2.

Contoh penggunaan emotive language adalah sebagai berikut.

That is disgusting! (itu menjijikkan!)
I can’t describe how fabulous it is! (aku tak bisa menjelaskan betapa hebatnya itu!)

  • Don’t use only personal examples! (Jangan gunakan contoh yang bersifat pribadi saja!)

Sejalan dengan yang sejak awal diuraikan bahwa penulisan esai, yang dalam hal ini adalah IELTS writing task 2, mengedepankan aspek objektivitas kita terhadap isu atau topik yang diangat di dalam tulisan sehingga tidak diperkenankan hanya menuangkan contoh pendukung ide yang hanya bersifat pribadi/personal. Seyogyanya kita juga memberikan contoh-contoh aktual yang bersifat lebih umum sehingga lebih relevan untuk diterima dalam lingkup yang lebih luas dan universal. Penggunaan contoh pribadi diizinkan dalam porsi yang sangat sedikit sehingga tidak sampai menghilangkan sifat objektif tulisan kita.

Contoh topik:

The effect of littering (dampak pembuangan sampah di sembarang tempat)

Contoh keterlibatan contoh personal:

If you litter, it will give bad impact. As I experienced before, my neighborhood environment got so dirty and it smelt bad. (Jika kamu membuang sampah sembarangan, itu akan berdampak buruk pada lingkungan. Seperti yang saya alami sebelumnya, lingkungan saya menjadi sangat kotor dan berbau busuk).

Contoh keterlibatan contoh umum:

It is certain for us to be noticed of how terribly our environment will be affected if littering does not stop. Littering may sound simple but it is truly damaging the surrounding. It can cause flood and in its worst depiction, death may be involved, too. (Sangat jelas bahwa kita harus menyadari betapa buruknya dampak pada lingkungan apabila perilaku membuang sampah sembarangan terus berlangsung. Membuang sampah sembarangan mungkin terdengar seperti suatu aktivitas yang sepele, namun perlu diketahui bahwa bahaya yang ditimbulkan dapat bersifat sangat merusak lingkungan. Hal ini dapat menyebabkan banjir dan pada kasus terburuknya pun dapat menjadi penyebab kematian.)

  • Don’t use colloquial expressions! (Jangan gunakan ujaran informal!)

Dalam bahasa Inggris kita mengenal tipe ujaran yang disebut colloquial expressions di mana ujaran jenis ini mengekspresikan kedekatan penutur/penulis dengan pendengar/pembaca. Ekspresi ini dirasa terlalu santai untuk dijadikan tema penulisan sehingga baik halnya bagi kita untuk menghindari penggunaan tulisan seperti ini dalam IELTS writing task 2 yang akan kita buat.

Contoh penggunaan colloquial expression:

I had great time talking about this topic. (saya sangat menikmati waktu berbicara mengenai topik ini)
I had so much fun discussing this. (berdiskusi tentang ini sangat menyenangkan)
It never feels disappointing to express our thoughts. (rasanya tidak pernah mengecewakan tiap kali kita mengekspresikan pikiran kita).

  • Don’t use simple vocabularies nor sentences! (Jangan gunakan kosakata dan kalimat sederhana!)

Larangan writing task 2 IELTS juga menitikberatkan pada penggunaan kosakata yang teramat sederhana yang tidak memberikan ruang bagi kita untuk menuliskan makna secara lebih spesifik. Kosakata sederhana seringkali dianggap hanya memberikan makna umum yang mungkin dalam hal menulis IELTS writing task 2 tidak begitu dianjurkan. Jika dalam IELTS writing task 2 kita diminta untuk memberikan contoh yang sifatnya lebih umum, namun berbeda halnya dalam pemilihan diksi/kosakata yang akan kita gunakan untuk mengutarakan pikiran kita. Kosakata yang digunakan semestinya bermakna jelas sehingga tidak menyisakan kesan ambigu dalam tulisan.

Contoh kosakata sederhana:

The government says that …. (pemerintah mengatakan bahwa …)
Lebih baik gunakan:
The government stated that … (pemerintah menyatakan bahwa …)

The bad treatment causes … (perlakuan buruknya menyebabkan …)
Lebih baik gunakan:
The awful treatment leads to … (perlakuan tak pantasnya mengakibatkan …)

Sama halnya dengan kosakata, dalam hal kalimat pun kita diharapkan mampu memaparkan pendapat dengan menggunakan susunan kalimat yang lebih kompleks dan padu sehingga makna yang ingin disampaikan dapat dengan jelas tersampaikan. Penggunaan kata penghubung (conjunction) dapat membantu menyelaraskan rangkaian makna yang kita susun dalam kalimat. Adapun kata penghubung yang disarankan adalah jenis penghubung tingkat lanjut dengan tetap menghindari terlalu banyaknya penggunaan kata penghubung sederhana seperti and (dan), but (tapi), so (jadi), dan also (juga).

Contoh kalimat sederhana (tanpa kata penghubung):

Everyone thinks it is true. I disagree. (Semua orang berpikir bahwa itu benar. Saya tidak setuju.)

Contoh kalimat sederhana (dengan kata penghubung sederhana):

Everyone thinks it is true, but I disagree. (Semua orang berpikir bahwa itu benar, tapi saya tidak setuju.)

Lebih baik tulis seperti di bawah ini:

Although most groups of people in the community suggests that it is the fact, disagreement with it must as well evoke, nevertheless. (Walaupun mayoritas kelompok dalam masyarakat mengatakan bahwa itu adalah faktanya, namun selalu ada alasan untuk tidak setuju.)

  • Don’t do repetition! (Jangan melakukan pengulangan!)

Pengulangan yang dimaksud pada poin ini adalah pengulangan baik dalam kosakata, frasa, atau bahkan kalimat. Dalam IELTS writing kita diharapkan mampu menggunakan beragam kosakata dalam bahasa Inggris sehingga dengan kata lain kita harus menghindari menggunakan kata-kata bahkan kalimat yang sama dalam menjelaskan makna. Jika tulisan yang kita buat mengandung terlalu banyak kosakata atau bahkan kalimat yang terulang pemakaiannya sepanjang tulisan, maka kita akan dianggap memiliki keterbatasan kosakata. Hal ini akan sangat jelas terlihat terlebih apabila pengulangan terjadi terlalu sering.

Untuk menghindari pengulangan kosakata ataupun frasa dan kalimat, alangkah baiknya berlatih mengetahui dan memahami sinonim dari kosakata yang sudah kita ketahui sehingga susunan kata dan kalimat kita akan menjadi lebih bervariasi, dengan cara melakukan parafrasa.

  • Don’t use overgeneralization! (Jangan gunakan ungkapan generalisasi yang berlebihan!)

Dalam menulis IELTS writing, kita dianjurkan menggunakan kata-kata yang bersifat lugas dan spesifik. Maka, penggunaan kata-kata yang bersifat umum tidak disarankan, demi menghindari kesalahan dalam proses telaah tulisan yang kita buat.

Penggunaan kata-kata yang bersifat terlalu umum dapat menimbulkan kesan hiperbolik di mana kemungkinan besar tidak sesuai dengan makna yang benar-benar ingin disampaikan. Kata-kata ini pula dapat mengindikasikan kurangnya kemampuan penulis dalam memberikan informasi yang tepat tanpa menyamaratakan sesuatu yang disebutnya hanya karena berarti serupa.

Contoh ungkapan generalisasi:

Everyone (setiap orang)
Always (selalu)
Never (tidak pernah)
All (semua)

Contoh ungkapan yang lebih spesifik:

70% of the employees recruited in the company in question … (70% karyawan yang direkrut oleh perusahaan tersebut …)

  • Don’t copy the task in your introduction! (jangan menyalin soal ke dalam bagian pembuka!)

Di dalam esai IELTS writing task 2, kita akan mendapatkan pertanyaan yang sebelumnya dibuka oleh sebuah kondisi dan situasi topik secara garis besar. Kesalahan yang kerap dibuat oleh penulis adalah dengan menyalin kembali apa yang mereka baca di topik soal ke dalam bagian pembuka/introduksi esai yang akan dikerjakan. Hal ini tentu tidak benar dilihat dari larangan writing task 2 IELTS untuk menyalin topik soal kembali.

Sebagai tambahan, apabila penulis kesulitan membuat paragraf pembukanya sendiri, maka topik soal masih bisa dijadikan acuan dengan catatan bahwa penulis harus melakukan parafrasa, yaitu dengan merekonstruksi kalimat yang ada tanpa mengubah makna asli yang terkandung di dalamnya, sehingga kalimat yang tercantum dalam topik soal tidak sepenuhnya tersalin kembali dalam tulisan yang kita buat.

  • Don’t forget to answer ALL parts of the task in your introduction! (Jangan lupa menjawab SEMUA bagian pertanyaan yang diberikan di dalam introduksi!)

Poin ini sejatinya melanjutkan poin sebelumnya karena semua bagian pertanyaan yang terdapat dalam soal, secara umum akan terlebih dahulu dikemukakan jawabannya di dalam parargraf pembuka sebagai yang kita sebut thesis statement atau pernyataan yang berisi inti sari dari esai yang kita buat sekaligus sebagai kalimat yang menjawab setiap pertanyaan yang diajukan dalam soal, sebelum nantinya dielaborasi secara lebih terperinci di dalam keseluruhan badan/isi esai.

Contoh topik soal:

Some people think children should grow up in the city, while others believe that life in the countryside is more suitable. What are the advantages and disadvantages of both places?

(Beberapa orang beranggapan bahwa anak-anak seharusnya tumbuh di perkotaan, sementara yang lainnya percaya bahwa kehidupan pedesaan lebih cocok untuk anak-anak. Apa sajakah keuntungan dan kerugian dari kedua tempat tersebut?)

Contoh thesis statement:

In this essay, the merits and demerits of both perspectives will be presented to help us determine our next attitude towards the issue.
(Di dalam esai ini, kelebihan dan kekurangan dari kedua perspektif akan disajikan untuk membantu kita menentukan sikap kita selanjutnya terhadap kasus ini.)

Latihan bersama tutor yang lebih ahli dalam bidang ini, contohnya di Kursus Persiapan IELTS dapat menjadi opsi sehingga penulis nantinya mendapat sudut pandang yang lain dalam menulis serta umpan balik yang akan bermanfaat dalam penulisan, terutama dalam hal ini IELTS writing. Namun demikian, perlu dijadikan catatan bahwa pemahaman akan bahasa Inggris secara umum pun amat penting sebelum memutuskan untuk mengambil tes IELTS, mengingat kompleksitas yang harus terpenuhi dalam tes. Perlu dipertimbangkan pula untuk mengambil Kursus bahasa Inggris, jika belum merasa mampu memahami bahasa Inggris secara umum. English café Bali hadir menjadi jawaban mencari Kursus bahasa Inggris di Bali.

  • Don’t forget to summarize and conclude your essay in the last paragraph! (Jangan lupa memerikan konklusi/kesimpulan esai pada paragraf terakhir!)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya dalam artikel ini, konklusi/kesimpulan akan terletak pada paragraf terakhir esai. Dalam membuat kesimpulan, kita diperbolehkan memilih di antara dua metode: restatement (pernayataan kembali) atau summary (ringkasan).
Yang perlu diperhatikan dalam paragraf ini adalah bahwa kita tidak diperkenankan menuangkan ide baru. Semua ide/gagasan harus disampaikan pada bagian isi dari esai, sehingga dapat disimpulkan kembali di akhir tulisan.

  • Don’t use examples or arguments unrelated to the topic! (Jangan gunakan contoh atau argumen yang tidak berkaitan dengan topik!)

Larangan writing task 2 IELTS yang tak kalah penting untuk dihindari adalah penambahan argumen. Setiap contoh dan argumen yang kita buat dalam tulisan kita hendaknya berkaitan dengan topik yang sedang didiskusikan. Penambahan contoh dan argumen berperan penting dalam menunjukkan objekivitas esai yang kita buat dan agar terlihat lebih aktual pula. Dengan demikian menambahkan contoh atau argumen yang tidak berkaitan sangat tidak diperlukan.

Terlebih jika mengingat aspek utama yang dinilai dalam penulisan pada IELTS writing adalah kemampuan kita untuk menjawab pertanyaan secara tepat. Maka jika kita menjawab dengan cara menambahkan bahan yang tidak berhubungan dengan tulisan kita, hal tersebut akan dinilai tidak tepat.

  • Don’t use ‘lazy’ expressions like ‘so on’ and ‘etc.’! (Jangan gunakan ungkapan yang ‘malas’ seperti ‘dan seterusnya’ dan ‘dan lain-lain’!)

Ungkapan-uangkapan seperti so on (dan seterusnya) dan etc. (dan lain-lain) terkesan menunjukkan bahwa sang penulis malas menjabarkan secara lengkap sehingga memilih jenis kata yang mampu melanjutkan keseluruhan gagasan. Untuk menghindari hal ini terjadi, kita sebaiknya melengkapi rangkaian ide yang ingin dijabarkan sampai tuntas. Menyelesaikan gagasan yang kita sajikan juga mampu menunjukkan kemampuan kita dalam mencari padanan kata-kata atau kalimat dalam bahasa Inggris, yang mana tentu menjadi asas penilaian dalam IELTS writing.

  • Don’t forget to leave a blank line between paragraphs!  (Jangan lupa memberikan jarak di antara paragraph!)

Secara umum dalam penulisan paragraf, kita mengenal dua bentuk paragraf. yaitu paragraf lurus dan paragraf bertakuk. Paragraf lurus adalah di mana kita diwajibkan untuk memberikan jarak atau mengosongkan satu baris di antara dua paragraph secara jelas. Hal ini untuk menunjukkan di mana berakhirnya paragraf yang pertama serta memperlihatkan di mana mulainya paragraf yang baru. Tanpa adanya jarak di antara keduanya, akan sangat sulit mengidentifikasi perbedaan kedua paragraf tersebut.

Sementara jenis ke-dua adalah paragraf di mana kita tidak diharuskan memberikan jarak di antara dua paragraf yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan bentuk paragraf bertakuk dengan paragraf lurus. Paragraf jenis beretakuk adalah di mana pada awal paragraf kita memberikan jarak menjorok ke kanan, sehingga hal inilah yang dengan mudah membantu kita mengidentifikasi permulaan suatu paragraf, seperti misalnya paragraf yang digunakan dalam artikel ini.

Baca juga: Persiapan IELTS yang Efektif: Menaklukkan Setiap Bagian Tes dengan Percaya Diri

Bagaimana belajar menulis IELTS writing task 2 bersama English Café Bali?

Jika kamu merasa kesulitan menyusun strategi, mengatur waktu untuk belajar, kurang konsentrasi jika belajar sendiri, dan membutuhkan bimbingan lebih, mengikuti kursus persiapan IELTS di English Cafe Bali dapat sangat bermanfaat lho. Kelas persiapan IELTS akan dibimbing langsung oleh pengajar berpengalaman yang dapat memberikan panduan, feedback secara langsung, dan strategi yang bermanfaat.

English Café Bali adalah lembaga kursus bahasa Inggris professional bernuansa café yang nyaman dan mengedepankan proses belajar mengajar yang relax, fun, dan creative. Tersedia berbagai pilihan program kursus yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu seperti: General English (Bahasa Inggris umum), English for Specific Purpose (Bahasa Inggris bidang pekerjaan tertentu), serta IELTS dan TOEFL preparation.

Pengajar yang profesional dan sudah tersertifikasi siap membantu membimbingmu. Jadwal kursus yang fleksibel mempermudah kalian dalam mengatur waktu kursus dan bisa disesuaikan dengan kesibukan kalian. Kalian juga berkesempatan untuk mengikuti TES BAHASA INGGRIS GRATIS!

English Cafe Bali juga menyediakan jadwal kursus yang fleksibel, sesuai dengan ketersediaan waktu dari masing-masing karyawan sehingga dapat memberikan waktu belajar terbaik. English Cafe Bali menawarkan beberapa pilihan harga kursus yang terjangkau dan dapat disesuaikan dengan jumlah pertemuan yang diinginkan. Harga kursus sudah termasuk fasilitas yang akan diperoleh peserta selama kursus berlangsung.

Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam memberikan servis terbaik kepada para peserta kursus, English Cafe Bali mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat Bali yang dibuktikan dengan skor 4,8* untuk tingkat kepuasan klien.

Hubungi kami segera di Whatsapp +62 878-3873-3111, telepon 0361481910, atau Email ke [email protected] untuk ambil kelas Bahasa Inggrismu dan dapatkan promo menarik tiap bulannya. GARANSI 100% UANG KEMBALI jika kamu tidak puas dengan kualitas teacher, sistem pembelajaran dan pelayanan kami. NO HURT FEELING GUARANTEED.

ENGLISH CAFE BALI, WE WILL GET YOU ADDICTED TO ENGLISH!

Gede Murta

Gede Murta

Menghabiskan waktu 10 tahun untuk mengajar bahasa inggris. Bagi saya mengajar adalah salah satu cara berbagi ilmu dan hidup "abadi". Berbagi ilmu tentang program IELTS dan TOEFL Preparation, General English, ESP atau English for Specific Purposes adalah sesuatu yang fun.

Leave a Comment

Jangan ragu! Mulai perjalananmu menuju kemahiran bahasa inggris yang lebih baik

Yuk daftar kursus bahasa inggris sekarang bersama English Cafe dan dapatkan VOUCHER CASHBACK PROMO AMAYZING DEAL SEBESAR Rp. 500.000 di semua program kursus.